MAUBESI DALAM SAJARAH DAN BUDAYA

Maubesi adalah sebuah kota kecil atau tepatnya sebuah kelurahan dengan beberapa kampung, dalam wilayah kabupaten Timor Tengah Utara, Porpinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Anda diundang untuk membaca atau pun menulis ttg apa saja mengenai Maubesi.

Minggu, 12 Agustus 2012

PESTA INTAN PAROKI MAUBESI 2 ( 75 tahun)

Gereja Katolik Timor Pada Masa Pendudukan Belanda:

Pasukan Belanda masuk ke Pulau Timor pada abad ke 17 tepatnya pada tahun 1649 ketika dari Solor mereka menyerang dan menguasai Kupang sebagai sebagai salah satu pelabuhan utama Timor. Dari Kupang mereka berusaha untuk menguasai Timor pedalaman khususnya di bagian Barat. Beberapa kali terjadi pertempuran antara Belanda dan Portugis yang didukung raja-raja lokal di pedalaman.

Kamis, 09 Agustus 2012

PESTA INTAN PAROKI MAUBESI 1 ( 75 Tahun )

 Pendahuluan
Tanggal 4 Agustus 2012 umat Paroki Maubesi merayakan Pesta pelindungnya Santo Yohanes Veaney. Bertepatan dengan perayaan tersebut, paroki Maubesi juga merayakan hari ulang tahunnya yang ke 75 atau yang biasa disebut Pesta Intan. Ada banyak persiapan menjelang Pesta tersebut, baik persiapan rohani maupun persiapan fisik. Kami diminta untuk mengarang lagu Mars Paroki Maubesi, dan juga yang lagi digarap adalah sebuah buku kenangan,

Rabu, 21 Maret 2012

TUA MINA INSAN (TMI)


Tua mina Insan (TMI), adalah sejenis minuman yang berasal dari pohon lontar yang secara umum disebut nira. Daerah Maubesi dan sekitarnya (obe, Kiupasan dan Tualeu) adalah wilayah yang banyak ditumbuhi pohon lontar. Pohon Lontar yang memiliki nama Latinnya Borassus flabellifer ini  adalah sejenis palma (pinang-pinangan) yang tumbuh di Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Senin, 16 Januari 2012

Misa Hari Natal di Maubesi



Perayaan hari Natal di pusat Paroki Maubesi meluber. Banyak sekali umat yang hadir dalam Misa hari Natal yang dipimpin pastor Parokinya Rm. Roni Fenat, PR. didampingi pastor Marlin, PR. Misa hari itu berlangsung satu kali saja, tepatnya pada jam 08.00 pagi. Udarah saat itu sangat mendukung karena bulan desember yang biasanya rajin dikunjungi hujan tidak terjadi pada hari itu.